Taman di Terminal Benowo

Ini adalah foto Taman di Terminal Benowo:

Taman Benowo 1

Taman Benowo 2

Taman Benowo 3

Taman Benowo 4

Taman Benowo 5

Taman Benowo 6

Advertisements

Terminal Keputih Pelopori Penggunaan Solar Cell

Tindakan untuk hemat energi mulai digalakkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, dengan melaksanakan konsep Terminal berwawasan lingkungan di Terminal Keputih. Konsep pembangunan terminal ini diterapkan untuk masa depan yang lebih baik serta mengurangi  ketergantungan akan bahan bakar. Pelaksanaan konsep terminal berwawasan lingkungan di terminal Keputih yang rencananya dirintis tahun 2011 ini dimulai dengan pembangunan taman yang dilengkapi dengan area bermain. 

Untuk mendukung konsep pengembangan fasilitas terminal tersebut Dishub juga menerapkan penggunaan solar cell. Penggunaan solar cell yang mengubah tenaga surya menjadi listrik ini nantinya meliputi penggunaan warning light, lampu taman, dan PJU di Terminal Keputih seperti yang diterapkan di Traffic Light daerah Margomulyo. Teknis penggunaan solar cell ini dimulai dengan energi panas dari matahari yang ditangkap oleh panel surya (solar panel) yang kemudian energi tersebut di ubah kedalam energi listrik dan disimpan kedalam baterei/aki kering, sehingga energi tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Energi dari baterei inilah yang nantinya menjadi bahan bakar penggunaan listrik untuk warning light, lampu taman, dan PJU di Terminal Keputih.

Penggunaan energi dengan menggunakan solar cell ini sesuai dengan kebijakan penggunaan energi nasional yang dipaparkan oleh Menteri ESDM, bahwa pada saat ini setiap kegiatan atau peralatan yang akan digunakan lebih diutamakan untuk menggunakan energi terbarukan seperti solar cell. Dengan penggunaan solar cell yang bersumber pada energi matahari tersebut, penggunaan listrik dari PLN bisa dikurangi sebagai bentuk mencegah krisis energi yang terus mengancam.[fr]

Sumber : Dinas Perhubungan Kota Surabaya

Dishub Surabaya Persiapkan UKL-UPL Terminal-Terminal Baru

…………………………………………………………………………………………………………………….

Untuk membatasi dan mengontrol kelestarian lingkungan, Dinas Perhubungan kota Surabaya telah melakukan kegiatan UKL-UPL di terminal yang diperkirakan akan mengalami pengembangan wilayah. seperti Terminal Kendung dan Pesapen yang akan segera dilakukan pembangunan, serta Terminal Kedungcowek yang pembangunannya akan terus berlanjut hingga tahun 2012.

Didalam UKL – UPL tersebut dijelaskan beberpa hal terkait dengan pembangunan terminal tersebut antara lain rencana kegiatan serta pelaksanaan kegiatan mulai dari tahap pra konstruksi sampai tahap operasi. Selain itu Informasi lingkuangan yaitu kualitas lingkungan dan kebisingan, fisiografi, hidrologi dan tata ruang juga menjadi perhatian. Program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dapat menjadi tolak ukur untuk mengatasi potensi bahaya yang ada seperti polusi yang ditimbulkan akibat kegiatan transportasi. Dengan adanya UKL-UPL ini diharapkan mampu memonitor dan mengontrol perkambangan wilayah dan penduduk sehingga tidak merusak kondisi linkungan hidup yang ada saat ini.

Aturan UKL-UPL ini diatur dalam Keputusan Menteri (KM) no.2 tahun 1996 Tentang Rencana Usaha atau kegiatan Pada Sub Sektor Perhubungan Darat yang wajib dilengkapi Upaya Pengelolaan Lingkuangan (UKL) dan Upaya pemantauan Lingkungan (UPL), dimana dalam pasal 2 dijelaskan bahwa “penyelenggaraan Kegiatan Sub Sektor Perhubungan Darat baik yang berupa rencana usaha atau kegiatan yang tidak wajib AMDAL, harus dilakukan upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan”

Pertumbuhan penduduk menjadi persoalan lingkungan hidup yang menyebabkan peningkatan aktifitas ekonomi yang semakin pesat sehingga berpengaruh pada pencemaran dan perusakan lingkungan hidup akibat pengembangan wilayah dan pembangunan infrastruktur. Untuk membatasi dan mengontrol kelestarian lingkungan berdasarkan Kepurusan Menteri (KM) Negara Lingkungan Hidup nomor 86 tahun 2002, setiap organisasi yang akan melakukan pembangunan infrastruktur wajib membuat AMDAL bila pembangunan tersebut berskala besar, dan apabila pembangunan tersebut berskala kecil dan pengelolaan resiko dapat dikelola denga teknologi saat ini maka wajib membuat UKL-UPL atau yang biasanya disebut Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).[fr]

Source : Dinas Perhubungan Surabaya

Dishub Surabaya Berlakukan Tarif Parkir progressif di Terminal


……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang pelayanan jasa terminal dengan penerapan Peraturan Daerah (Perda) baru nomor 12 tahun 2010 tentang retribusi terminal. Perda yang akan diberlakukan efektif 1 Februari 2011 tersebut berlaku untuk semua jenis kendaraan yang masuk ke terminal.

Penyesuaian perda ini berdasarkan UU Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan retribusi. Selain itu adanya perda baru ini mengganti perda lama nomor 7 tahun 2001, yang dinilai sudah sangat lama dan perlu adanya pembaharuan.Di dalam pelaksanaanya, setiap kendaraan yang masuk ke terminal diwajibkan membayar sesuai dengan tarif retribusi yang baru.

Jika sebelumnya setiap kendaraan yang masuk tidak dibebani parkir progressif, mulai 1 Februari nanti seluruh pengguna parkir terminal akan dikenakan tarif progressif. Kenaikan retribusi berkisar 30% dari retribusi lama untuk semua jenis kendaraan yang masuk, sedangkan untuk retribusi parkir tercantum batas maksimal tarif. Seperti Tarif parkir untuk bus penumpang umum parkir di jalur panjang atau istirahat diberlakukan terif sebesar Rp 1.500 untuk dua jam pertama, sedangkan satu jam berikutnya sebesar Rp 500 per hari dengan batas tarif maksimal Rp 5.000 per hari. “biar awak bus tidak enak-enakan di terminal. Terminal bukan depo atau garasi, yang bisa naruh kendaraan seenaknya”, tutur Kepala Sub bagian dan Kepegawaian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Syahril Murad, SH, Msi

Penerapan kenaikan restribusi baru ini akan dilakukan di tiga terminal, antara lain Terminal Tambak Osowilangon, Joyoboyo dan Terminal Tipe C. Pelaksanaan Perda ini tidak dapat dilaksanakan pada Terminal Purabaya karena wilayah tersebut sudah masuk Daerah Sidoarjo sedangkan Perda tentang restribusi ini hanya bisa mengatur terminaal di daerah wilayah Surabaya saja.Dengan diberlakukannya tarif restribusi baru ini, nantinya diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga ikut bertambah.[fr]

Source : Dinas Perhubungan Kota Surabaya